| |
| |
| Any Trihandayani, 04 August 2009 | |
JAKARTA, PROGRESIF JAYA Rakersus Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SP KEP SPSI) yang diadakan di Wisma Bahtera, Bogor, Jawa Barat, dari tanggal 29 sampai 31 Juli lalu dengan mengambil tema, “Dengan Rakersus FSP KEP SPSI Kita Wujudkan Organisasi Pekerja yang Kuat, Mandiri dan Profesional Mampu Berkiprah secara Nasional maupun Dunia International dalam Memperjuangkan Kesejhteraan Anggota serta Keluarganya.” Menurut Sekretaris Jenderal PP SP Kep SPSI Subiyanto S.Sos, dilihat dari latar belakang bahwa efek dari globalisasi bagi pekerja/organisasi khususnya FSP KEP SPSi sangat terasa. Hal ini semakin terasa setelah terjadinya krisis global, juga permasalahan tenaga kerja saat ini yang semakin kompleks dan semakin tidak jelas penyelesaiannya. Hal ini disebabkan lemahnya pengawasan oleh pemerintah dan belum adanya bantuan solidaritas International. “FSP KEP dengan jumlah anggota 294.196 orang memilki potensi yang sangat besar untuk dibangun menjadi serikat pekerja yang kuat, mandiri, berkualitas dan profesional yang mampu berperan multifungsi dalam mewujudkan kesejahteraan anggota dan keluarganya. Sudah waktunya FSP KEP SPSI masuk kancah perjuangan yang berskala International,” katanya kepada Progresif Jaya, belum lama ini. Menurut Subiyanto, masalah ketenagakerjaan di Indonesia yang juga dihadapi FSP KEP SPSI di antaranya eksploitasi tenaga kerja yang memanfaatkan kondisi lemahnya pengawasan dari pemerintah dalam bentuk out sourching yang melanggar UU Ketenagakerjaan. Ditambah lagi adanya praktek pelanggaran dalam bentuk kerja magang, harian lepas dan pekerja borongan tanpa jaminan sosial. Ditambahkan olehnya, pelaksanaan hak berserikat juga belum seutuhnya dapat dilaksanakan oleh pekerja, tidak adanya jaminan kepastian hukum atas hak pesangon, sehingga banyak pengusaha yang lari dari tanggung jawab. Belum terbangunnya solidaritas sesama pekerja/SP dalam federasi yang sama, apalagi antar federasi. Adanya berbagai kasus ketenagakerjaan yang terjadi di Indonesia pada perusahaan multinasional/korporasi global yang penyelesaiannya terkatung-katung karena belum mendapatkan dukungan solidaritas international. Dan jelas pula, karena tujuan dari Rapat Kerja Khusus (Rakersus) ini adalah memantapkan program revitalisasi berorganisasi yang baik dan benar. Karena yang dilihat SP KEP SPSI dari ujung Papua sampai ujung Aceh, organisasinya masih berjalan sendiri- sendiri. Tidak sinergis, masing- masing wilayah punya cara sendiri. Dalam suatu organisasi yang baik harusnya terintegrasi, walau dinamika berbeda tetapi persepsi tetap sama, ada orientasi bersama, tujuan bersama yang akan dicapai secara kolektif. “Kita harus mematangkan hal itu, dan bagaimana menciptakan SP KEP SPSI sebagai organisasi pekerja yang kuat, mandiri dan professional,” tegas Subiyanto. Di Rakersus ini yang diundang adalah unit pekerja langsung dari perusahaan tambang, keramik, gas, kaca, karet, kimia dan Kep, puple and paper. Dari Rakersus ini akan diambil keputusan akan bergabung/afiliasi ke ICEM, yakni Federasi International Chemical Energy Mine atau Federasi Kimia International yang bermarkas di Brussel, Belgia. Dengan bergabung SP KEP ke ICEM menata dan mengiatkan kembali organisasi yang baik dan benar agar sesuai dengan AD/ART yang mengacu pada ILO sebagai organisasi pekerja yang nyata, membentuk unit-unit kerja yang mampu sebagai lokomotif dalam melakukan revitalisasi berorganisasi yang baik dan benar menuju FSP KEP SPSI yang kuat, mandiri dan profesional yang berskala International, membangun dukungan solidaritas International terhadap anggota. Dan pengurus SP yang diperlakukan tidak adil oleh pengusaha dan pemerintah, agar SP KEP SPSI turut serta dalam perjuangan global, membangun dan membuka informasi serta diklat untuk peningkatan keahlian tentang topik-topik yang dapat menjadi bahan peningkatan mutu PKB dan Advokasi. Dan organisasi SP KEP SPSI ke depan akan semakin baik, karena parameter trend angka di SP KEP menunjukkan angka yang baik, dan dengan Rakersus ini menunjukkan angka signifikan yang lebih baik. (Any TH) |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar